Home / FAM68 / Kisah Mathieu Flamini Bangun Industri Rp500 Triliun, Menginspirasi Ryan Babel Investasi Properti

Kisah Mathieu Flamini Bangun Industri Rp500 Triliun, Menginspirasi Ryan Babel Investasi Properti

Mathieu Flamini membangun bisnis GF Biochemicals bernilai Rp500 triliun

Karier pesepak bola memang identik dengan kemewahan dan popularitas. Namun, masa kejayaan di lapangan sering kali tidak berlangsung lama. Banyak pemain profesional menghadapi kesulitan finansial setelah gantung sepatu.

Dalam konteks ini, kisah Mathieu Flamini menjadi contoh inspiratif bagaimana seorang atlet mampu mempersiapkan masa depan jauh sebelum pensiun. Mantan gelandang Arsenal FC dan AC Milan tersebut berhasil membangun kerajaan bisnis bernilai ratusan triliun rupiah.

Keberhasilan Flamini bahkan menginspirasi mantan pemain Liverpool FC, Ryan Babel, untuk mulai serius membangun investasi jangka panjang di luar dunia sepak bola.

Kisah Mathieu Flamini Membangun Industri Ramah Lingkungan

Setelah pensiun dari sepak bola profesional, Mathieu Flamini justru semakin dikenal di dunia bisnis.

Ia menjabat sebagai CEO perusahaan GF Biochemicals yang fokus mengembangkan asam levulinat, bahan kimia ramah lingkungan yang dapat menggantikan produk berbasis minyak bumi.

Perusahaan tersebut berkembang pesat dan disebut memiliki valuasi mencapai sekitar 30 miliar euro atau lebih dari Rp500 triliun. Teknologi yang dikembangkan Flamini dianggap sebagai salah satu solusi masa depan untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan.

Kesuksesan ini membuat kisah Mathieu Flamini sering dijadikan contoh atlet yang mampu memanfaatkan kekayaan dari sepak bola untuk menciptakan dampak besar bagi dunia.

Ryan Babel Terinspirasi Kesuksesan Flamini

Dalam podcast The Legacy Show by Sport Legacy, Ryan Babel mengaku telah lama mengenal karakter Flamini saat keduanya masih aktif bermain.

Menurut Babel, Flamini mungkin bukan gelandang paling berbakat di lapangan. Namun, etos kerja dan kedisiplinannya selalu berada di atas rata-rata.

“Saat saya bermain melawan Flamini, pelatih sering mengatakan bahwa dia bukan gelandang paling berbakat. Tapi etos kerjanya luar biasa,” ungkap Babel.

Babel menilai kesuksesan Flamini bukanlah kebetulan. Ia sudah memikirkan masa depan bisnisnya sejak masih aktif bermain sepak bola.

Investasi Properti Ryan Babel Kini Capai 30 Aset

Terinspirasi oleh kisah Mathieu Flamini, Babel mulai membangun portofolio investasi sendiri.

Mantan winger timnas Belanda itu kini diketahui telah memiliki sekitar 30 properti yang tersebar di Belanda dan Uni Emirat Arab.

Investasi tersebut menjadi sumber pemasukan pasif yang memberinya stabilitas finansial setelah masa karier sepak bola berakhir.

Langkah ini menunjukkan bahwa semakin banyak atlet profesional mulai menyadari pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini.

Sport Legacy: Platform Edukasi Finansial untuk Atlet

Untuk membantu atlet lain mempersiapkan masa depan, Babel bersama mantan pemain Ajax Amsterdam, Soufyan Daafi, mendirikan platform bernama Sport Legacy.

Platform ini bertujuan mengubah pola pikir atlet agar tidak hanya fokus pada popularitas jangka pendek, tetapi juga membangun kestabilan finansial jangka panjang.

Beberapa pemain muda Eropa yang sudah bergabung dalam program ini antara lain:

  • Makin Fitz-Jim dari Ajax

  • Said Hamulic dari Toulouse FC

  • Anass Salah-Eddine dari AS Roma

Pelajaran Penting dari Kisah Mathieu Flamini

Banyak laporan menunjukkan bahwa hampir 60 persen pemain Premier League mengalami masalah keuangan dalam lima tahun setelah pensiun. Fenomena serupa juga terjadi di liga besar Amerika seperti NBA dan NFL.

Karena itu, kisah Mathieu Flamini memberikan pelajaran penting bagi para atlet di seluruh dunia.

Kesuksesan di lapangan memang penting, tetapi perencanaan finansial jauh lebih menentukan masa depan setelah karier olahraga berakhir.

Babel berharap semakin banyak pesepak bola yang tidak hanya meninggalkan lapangan dengan trofi, tetapi juga dengan masa depan finansial yang aman dan stabil.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *