FAM68 – Barcelona Runtuh di London: Barcelona menanggung malam berat di London sehabis gagal menandingi keseriusan dan efektivitas Chelsea pada lanjutan Liga Champions. Kekalahan 0–3 ini memperlihatkan banyak celah dalam permainan mereka, terutama setelah tim harus melanjutkan laga dengan 10 pemain.
Hasil tersebut memunculkan banyak pertanyaan tentang arah permainan Barcelona dan bagaimana mereka merespons tekanan di kompetisi Eropa. Situasi ini memaksa tim melakukan penilaian mendalam agar tidak terus tertinggal dari para pesaing.
Dengan ekspektasi besar sejak awal musim, performa inkonsisten Barcelona membuat momen seperti ini menjadi krusial untuk melihat sektor mana saja yang perlu mereka benahi di bawah arahan Hansi Flick.
Barcelona Kalah Intensitas dan Ketajaman
FAM68 – Sejak kick-off, Barcelona kalah dalam banyak aspek mendasar. Chelsea bermain lebih intens, lebih kuat dalam duel, dan lebih cepat membaca alur permainan. Ketika Ronald Araujo menerima kartu merah di babak pertama, Barcelona semakin kesulitan mengendalikan situasi. Chelsea langsung memanfaatkan ruang melalui serangan cepat yang terus menekan pertahanan Barça.
Ferran Torres sempat memperoleh peluang emas di awal laga, tetapi gagal mencetak gol. Momen itu berpotensi mengubah jalannya pertandingan bila ia menuntaskan peluang dengan maksimal.
Tantangan Hansi Flick dalam Penyesuaian Taktik
FAM68 – Flick masih mengandalkan rencana permainan yang sama meski kondisi pertandingan berubah drastis. Ketika tim kehilangan satu pemain atau menghadapi tekanan tinggi, Barcelona tampak kesulitan menemukan alternatif pola bermain. Kurangnya variasi strategi membuat mereka tidak mampu menahan gempuran Chelsea setelah gol pertama.
Kritik terhadap Flick muncul dalam konteks kebutuhan Barcelona untuk menemukan konsistensi, baik secara fisik maupun mental. Tanpa kemampuan beradaptasi yang lebih cepat, Barcelona akan kesulitan bersaing di level tertinggi.
Barcelona Runtuh di London: Pemain Butuh Tanggung Jawab Lebih
FAM68 – Bahasa tubuh beberapa pemain juga menunjukkan masalah lain di dalam tim. Ketika Raphinha masuk, ia terlihat meminta rekan-rekannya meningkatkan intensitas dan memenangi duel-duel penting. Energi yang ia bawa memang sempat mengangkat ritme permainan, tetapi ketidakhadiran beberapa pemain inti sejak menit awal menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan lini serang.
Barcelona perlu memperkuat kolektivitas agar bisa keluar dari tren negatif seperti ini.
Barcelona Runtuh di London: Evaluasi Besar Menjelang Januari
FAM68 – Januari 2026 dapat menjadi bulan penting bagi Barcelona untuk melakukan pembenahan. Situasi mereka di Liga Champions menuntut langkah konkret dari sisi pelatih maupun pemain. Wacana perubahan kembali mencuat karena performa saat ini belum mencerminkan standar klub yang ingin bersaing di level tertinggi.
Kekalahan dari Chelsea menjadi cermin besar yang menunjukkan area mana saja yang membutuhkan perhatian serius dan pembenahan cepat.







